Kamis, 15 Oktober 2015

Happy Birth Day, Mom

Bukan inginku dunia tahu. Tapi inginku mengutarakan hati bahwa aku memiliki Ibu yang bukan hanya sekedar hebat, tapi juga memiliki aura yang orang lain bilang memiliki wibawa yang bersahaja. Apa pula itu wibawa yang bersahaja? Entahlah! Bagiku kau adalah permata hidupku yang dari tanganmu mengalir kasih sayang setiap waktu, yang dari tanganmu takkan sirna ditelan masa setiap sentuhan kasih sayangmu padaku, yang dari tanganmu slalu membantuku untuk bangkit ketika aku terjatuh dari keterpurukkanku.

Aku tidak tahu apakah aku harus bahagia atau sedih disaat waktu hari kelahiramu berdiri didepan mata. Mungkin setiap orang kan bahagia disetiap waktu hari kelahiran telah tiba, mungkin termasuk aku juga. Tapi, ada satu sisi yang membuat bening kristalku pecah berurai diujung pelupuk mata, mengenang setiap hari kelahiranmu setiap tahun itu berarti semakin Tuhan mengurangi jatah waktuku untuk bersamamu. Bagaimana mungkin aku memiliki hati yang tegar disaat berkurangnya waktuku untuk bersamamu? Ingin rasanya aku menghentikan putaran bumi disetiap porosnya berharap waktuku untuk bersamamu takkan pernah berkurang. Tapi aku tahu, Ibu. Itu tidak mungkin.

Jujur saja. Aku bangga dengan hatimu, Ibu. Dari benang yang berurai yang tak mungkin dapat dipintal kembali tapi kau mampu memintalnya kembali. Sudah berapa banyak keretakkan hati diantara kedelapan cintamu tapi kau mampu menyatukannya kembali? Jika orang lain mengatakan bahwa mereka tidak bisa mengembalikan kaca yang telah pecah seperti semula, tapi bagiku, kau bisa, Ibu. Aku mengakuinya itu. Lihatlah sekarang ini! Adakah dari kedelapan cintamu yang menyimpan kotoran sesama kami? Alhamdulillaah, sudah tidak ada, Ibu. Kau telah berhasil mengorek sampai habis tanpa sisa kotoran yang ada didalam sesama hati kami. Padahal kotoran itu mengeluarkan aroma yang tak sedap dan sangat menjijikkan. Tapi karena hatimu yang tulus mencintai kami, kau rela melakukan itu, Ibu.

Ibu. Kubersihkan qalbuku untuk menjadi investasimu kelak. Kuhaturkan adabku padamu. Kulangitkan butiran doaku untukmu. Semoga, sisa usiamu berkah, diberi umur yang sehat, diberi limpahan rahmat dan karunia Tuhan serta diridhoi setiap langkah hidupmu oleh Tuhan, Ibu. Semoga Tuhan memberikan Kebahagiaan, kemuliaan dan kelapangan hidup dunia akhirat untukmu, Ibu. Aamiin.

Selamat hari lahir ke-52 Ibu. Bahagiamu slalu mengalir untukku jua.

Ttd.

Dari anakmu, Siti Khairunisah Z.