Bukan
inginku dunia tahu. Tapi inginku mengutarakan hati bahwa aku memiliki
Ibu yang bukan hanya sekedar hebat, tapi juga memiliki aura yang orang
lain bilang memiliki wibawa yang bersahaja. Apa pula itu wibawa yang
bersahaja? Entahlah! Bagiku kau adalah permata hidupku yang dari
tanganmu mengalir kasih sayang setiap waktu, yang dari tanganmu takkan
sirna ditelan masa setiap sentuhan kasih sayangmu padaku, yang dari tanganmu slalu membantuku untuk bangkit ketika aku terjatuh dari keterpurukkanku.
Aku tidak tahu apakah aku harus bahagia atau sedih disaat waktu hari
kelahiramu berdiri didepan mata. Mungkin setiap orang kan bahagia
disetiap waktu hari kelahiran telah tiba, mungkin termasuk aku juga.
Tapi, ada satu sisi yang membuat bening kristalku pecah berurai diujung
pelupuk mata, mengenang setiap hari kelahiranmu setiap tahun itu berarti
semakin Tuhan mengurangi jatah waktuku untuk bersamamu. Bagaimana
mungkin aku memiliki hati yang tegar disaat berkurangnya waktuku untuk
bersamamu? Ingin rasanya aku menghentikan putaran bumi disetiap porosnya
berharap waktuku untuk bersamamu takkan pernah berkurang. Tapi aku
tahu, Ibu. Itu tidak mungkin.
Jujur saja. Aku bangga dengan
hatimu, Ibu. Dari benang yang berurai yang tak mungkin dapat dipintal
kembali tapi kau mampu memintalnya kembali. Sudah berapa banyak
keretakkan hati diantara kedelapan cintamu tapi kau mampu menyatukannya
kembali? Jika orang lain mengatakan bahwa mereka tidak bisa
mengembalikan kaca yang telah pecah seperti semula, tapi bagiku, kau
bisa, Ibu. Aku mengakuinya itu. Lihatlah sekarang ini! Adakah dari
kedelapan cintamu yang menyimpan kotoran sesama kami? Alhamdulillaah,
sudah tidak ada, Ibu. Kau telah berhasil mengorek sampai habis tanpa
sisa kotoran yang ada didalam sesama hati kami. Padahal kotoran itu
mengeluarkan aroma yang tak sedap dan sangat menjijikkan. Tapi karena
hatimu yang tulus mencintai kami, kau rela melakukan itu, Ibu.
Ibu. Kubersihkan qalbuku untuk menjadi investasimu kelak. Kuhaturkan
adabku padamu. Kulangitkan butiran doaku untukmu. Semoga, sisa usiamu
berkah, diberi umur yang sehat, diberi limpahan rahmat dan karunia Tuhan
serta diridhoi setiap langkah hidupmu oleh Tuhan, Ibu. Semoga Tuhan
memberikan Kebahagiaan, kemuliaan dan kelapangan hidup dunia akhirat
untukmu, Ibu. Aamiin.
Selamat hari lahir ke-52 Ibu. Bahagiamu slalu mengalir untukku jua.
Ttd.
Dari anakmu, Siti Khairunisah Z.
